Tips Kembali ke Sekolah Dengan Semangat

Post holiday syndrome alias sindrom pasca liburan tidak hanya diderita orang dewasa, tetapi juga bisa terjadi kepada si kecil. Gejala utamanya, anak enggan kembali ke sekolah setelah liburan panjang yang menyenangkan. Apa yang harus dilakukan orang tua agar anak tetap bersemangat untuk sekolah?

Liburan memang menyenangkan. Tapi bila liburan sudah usai, semuanya mau tidak mau harus kembali ke aktivitas biasa. Anak-anak khususnya, kembali ke sekolah. Tetapi, bagaimana bila si kecil masih juga bermalas-malasan ke sekolah? Sulit bangun pagi, sarapan pun sangat lambat. Maunya nonton SpongeBob Squarepants melulu. Di sekolah pun, tampaknya, dia tidak antusias mengikuti pelajaran. Jika itu yang terjadi, mungkin si kecil mengalami post holiday sndrome alias sindrom usai liburan panjang.

Dalam taraf yang lebih ekstrem, si kecil bisa-bisa tidak mau berangkat ke sekolah. Ada saja alasannya. Sakit perutlah, pusing, dan sebagainya. Sampai akhirnya, bunda harus membujuk dengan berbagai iming-iming hadiah supaya si kecil mau sekolah lagi.Menurut Psikolog Isyatul Mardiyati, M.Psi bahwa liburan memang sangat dibutuhkan setiap orang, termasuk anak-anak sekolah. Sebab liburan memang memiliki tujuan untuk mengistirahatkan fisik dan pikiran anak-anak saat mereka beraktifitas di sekolah.

Namun, karena terbawa suasana santai dan menyenangkan setelah liburan, banyak anak yang malas bersekolah serta memulai untuk belajar lagi. “Yang namanya libur itu khan identik sesuatu yang menyenangkan. Anak bebas bangun siang, bebas bermain dan bebas nonton televisi. Jadinya mereka keenakan dengan situasi liburan, sehingga begitu masuk sekolah, mulai deh malas-malasan,” ulas Isyatul.

Sebenarnya hal semacam itu tidak perlu terjadi jika jauh hari sebelumnya bunda mengorganisasi liburan dengan baik. Jangan mentang-mentang liburan, si kecil bebas melakukan apa saja dan lupa belajar sama sekali. Bersenang-senang saat liburan, lanjut Isya, sah-sah saja. Bahkan, itu harus karena otak juga butuh diistirahatkan dari rutinitas sekaligus untuk penyegaran kembali (refreshing). Tetapi, hari libur memiliki batas dan bunda harus memastikan si kecil selalu siap untuk kembali ke sekolah kapan saja.

Salah satunya, tentu dengan senantiasa mengingatkan si kecil bahwa setelah libur, dia harus kembali ke sekolah. Untuk menghindari sindrom pasca liburan seperti ini lanjut Isya, kedepannya orang tua harus menekankan bahwa libur bukan berarti libur dari aktivitas belajar. “Orang tua dan anak harus bikin kesepakatan waktu, agar aktivitas belajar dapat tetap dilakukan, namun dengan porsi yang ringan,” bebernya. Misalnya, orang tua mengajarkan nilai edukasi di masa liburan dengan tetap membiasakan anak-anak membaca buku. “Walau hanya sekedar buku cerita, namun dengan membaca, akan membuat otak anak belajar untuk terus mengingat apa saja yang telah dilewatinya,” jelas Isya.

Dengan sedikit persiapan sebelum liburan berakhir, orangtua sebenarnya bisa menyiapkan anak untuk kembali sekolah dengan ceria. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan seperti :

  1. Ingat Rutinitas
    Rutinitas biasanya akan jadi terlupakan saat liburan. Orangtua mengizinkan anak bangun siang dan tidur lebih malam. Untuk kembali menyesuaikan diri kembali ke rutinitas sekolah tentu akan sedikit sulit. Tentukanlah waktu untuk memulai kembali ke rutinitas sebelum menjelang sekolah.
  2. Komunikasi
    Ajaklah anak mengobrol tentang sekolahnya. Dalam obrolan itu, usahakan Anda membicarakan hal-hal positif tentang sekolah. Jangan buat anak takut, sehingga berbagai kekhawatirannya seperti apakah temannya akan baik padanya, makin membuatnya stres.

Berikut hal lainnya yang juga bisa Anda lakukan dengan anak sebelum mereka masuk sekolah usai liburan:

  • Bicarakan apa saja kebiasaan anak yang harus diubah di kelas selanjutnya.
  • Usahakan Anda memiliki kontak dengan pihak sekolah dan biasakan berkomunikasi intens dengan guru kelas anak yang baru. Hal ini agar Anda merasa aman dan nyaman ketika menitipkan anak di sekolah.
  • Katakan atau ucapkan motivasi semangat pada anak ketika mendekati masuk masa sekolah
  • Yakinkan pada anak kalau pengalaman di kelas akan menarik sehingga anak antusias dan tak takut untuk datang ke sekolah.
  • Perhatikan waktu liburan, jangan sampai bablas. Anak akan kehilangan momen penting di awal masa pertamanya sekolah.

Pada umumnya, konsekuensi dari liburan panjang adalah anak menjadi malas untuk mulai masuk sekolah dan menjalankan aktifitas rutin. Agar penyesuaian ini tidak terlalu lama maka peran orang tua disini sangat penting. Dukungan awal, terutama dukungan emosional dari orangtua dapat membuat anak lebih siap secara psikologis dalam menghadapi tugas-tugas sekolah nanti. Setelah libur lebaran ini, semoga anak tetap rajin sekolah ya.
(http://www.sekolah123.com/articles/view/id/463/page/kembali_ke_sekolah_setelah_liburan)

(WR)

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2015 SD Islam Raudhatul Jannah.