MASA GEMILANG PROSES PEMBELAJARAN DI USIA EMAS


Oleh: Novihandra, S. Pd

Pada dasarnya memang manusia itu diciptakan untuk belajar. Belajar mengenal Tuhannya dan lingkungannya sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Q.S al- ‘Alaq ayat 1-5. Jadi dalam hidup manusia selalu terjadi proses pembelajaran. Bahkan dari sejak kecilpun lingkungan telah memberi pelajaran tentang bagaimana menerima informasi, beradaptasi dan merasakan benda. Belum lagi bagaimana belajar berjalan dan berbicara.
Namun, sebagian orang tua masih belum paham untuk menyikapi proses usia dini ini yang akan jadi cikal bakal pembelajaran di kemudian kelak yang hampir di mana- mana kita rasakan terkadang orang tua kurang sabar dalam merespon keinginan si anak, baik ketika sedang berjalan atau berbicara.
Ketika si anak sudah mulai bicara pertanyaanpun datang silih berganti, namun jawaban yang didapat si anak terkadang tidak memuaskan dan cenderung menyakiti rasa keingintahuannya. Entah karena orang tua capek atau bosan menanggapinya. Begitu juga dengan tindakan si anakpun sering dikhawatirkan seperti takut ia jatuh, cemas ia memegang benda- benda berharga yang nanti ditakutkan pecah dan lain sebagainya. Secara tidak sadar atau tanpa kita sadari sebagai orang tua yang berbuat demikian sebenarnya telah mengajari anak atau menjadikan si anak untuk malas belajar.
Terlihat setelah dewasanya hilangnya ketertarikan untuk belajar dari dalam diri si anak. Bukan berarti ia bodoh tapi adanya perlawanan terhadap otaknya. Untuk mengentaskan semua ini tentu perlu respon yang benar sehingga tidak mendapatkan perlawanan dan bisa membuat anak semangat untuk belajar yang mana di tahap awal dimulai dari orang tua.
Pada dasarnya manusia itu tidak ada yang bodoh dan dilahirkan sama- sama suci bagaikan kerta sputih, namun pengalaman atau lingkunganlah yang menjadikannya malas atau cerdas, bahkan Al- Qur’an mengatakan bahwa orang tualah yang menjadikan anaknya majusi atau nasrani. Ini artinya proses pembelajaran dimulai dari orang tua dan merupakan tanggung jawab orang tua.

 

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2015 SD Islam Raudhatul Jannah.