EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA CERPEN PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS V TENTANG EKOSISTEM DI SD ISLAM RAUDHATUL JANNAH

Oleh : Vivia Wirna, S.Pt

Pendahuluan

Media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, vidio, dan sebagainya (Briggs 1977).  Menurut Brown 1973 mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Untuk mewujudkan efektifitas dalam belajar dan mengajar maka harus nmemperhatikan bagaimana pesan pembelajaran tersebut dirancang agar siswa merasa tertarik untuk belajar. Salah satu media yang menarik adalah cerpen.

Kita dapat belajar banyak dari cerpen yaitu membaca, memahami cerita dengan cara visualisasi dan mengambil pesan yang terkandung di dalamcerpen.Cerpen dapat dirancang sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Dalam hal ini cerpen berfungsi sebagai penyampai pesan pembelajaran dengan media visual yang dikemas semenarik mungkin agar siswa atau peserta didik lebih tertarik untuk belajar.

Sering kali siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari  IPA karena banyak terdapat istilah-istilah ilmiah yang mereka rasa sulit untuk memahami dan mengingatnya. Siswa malas membaca buku pelajarannya karena tidak menarik menurut mereka. Hal ini menjadi salah satu faktor mengapa siswa kurang bisa memahami beberapa konsep IPA.

Materi tentang “Ekosistem” di tema 5 semester duaini adalah materi yang bersifat pemahaman dan hafalan dan tidak bisa dibelajarkan melalui eksperimen.

Untuk itulah diperlukan media alternatif yang menyenangkan yang mampu membangkitkan motivasi belajar  dan minat membaca siswa.

Langkah-langkah Pelaksanaan

            Penelitian ini berorientasi untuk mengembangkan dan menguji keefektivan media cerpen dalam proses pembelajaran IPA di kelas V pada bulan Januari 2018 di SD Islam Raudhatul Jannah Payakumbuh. Subjek penelitian adalah 30 orang peserta didik di kelas V.1.

  1. Studi pendahuluan

Guru mempelajari kendala-kendala yang dihadapi olehpeserta didik di dalam mempelajari IPA di kelas. Setiap permasalahan yang terdapat pada masing-masing kompetensi dasar dicatat dan dicarikan solusi untuk mengatasi masalah yang ditemukan.

  1. Tahap perencanaan

Dalam tahap perencanaan ini guru menganalisa kompetensi dasar yang belum bisa dituntaskan peserta didik dengan media pembelajaran yang digunakan sebelumnya. Pada tahap ini juga dilakukan pengembangan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai dasar dalam pengembangan media pembelajaran cerpen IPA.

  1. Tahap pelaksanaan

Pada tahap ini dilakukan studi pustaka untuk melakukan kajian literatur yang relevan dengan penelitian dan pengumpulan referensi yang sesuai dengan materi dalammembuat media yang cocok mengatasi kesulitan belajar peserta didik di kelas pada pelajaran IPA.Lalu menyiapkan dan merancang kerangka cerpen serta mengembangkannya menjadi sebuah media cerpen yang sesuai dengan kompetensi dasar dan materi yang belum bisa dituntaskan peserta didik dengan memperhatikan unsur-unsur yang harus ada di dalam sebuah cerpen.

Buku cerpen yang sudah disusun, di ujicobakan kepada beberapa orang peserta didik yang mempunyai niali IPA tentang “ekosistem” yang belum tuntas diantara 32 orang peserta didik yang ada di kelas V.1.

  1. Evaluasi awal

Guru mengamati dan menilai hasil perkembangan belajar peserta didik yang sudah diuji dengan menggunakan media cerpen dan dicatat hasilnya. Lalu di bandingkan dengan sebelumnya yang menggunakan media lain. Dan mengevaluasi media cerpen yang sudah disusun berdasarkan isi dan kualitasnya.

  1. Revisi Awal

Setelah di evaluasi, jika terdapat kelemahan pada media cerpen ini, guru mengadakan revisi atau perbaikan terhadap media cerpen dan ketepatan tekhnik penyajian pembelajaran IPA ini. Sehingga media cerpen yang dipakai bisa menjadi lebih sempurna ,mudah dipahami serta menarik dan efektiv bagi peserta didik.

  1. Uji klasikal

Setelah di revisi, media cerpen diujikan kepada 32 orang peserta didik kelas V.1 secara klasikal dan melalui proses revisi, media cerpen di ujicobakan kepada 32 orang peserta didik secara klasikal untuk evaluasi lebih lanjut. Uji coba klasikal ini digunakan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar peserta didik sebelum dan sesudah penggunaan media cerpen ini. Dan keefektivan media cerpen ini di dalam pembelajaran.

  1. Evaluasi Akhir

Pembelajaran menggunakan media cerpen ini dievaluasi menggunakan alat ukur penilaian serta dibandingkan dengan nilai evaluasi pembelajaran sebelumnya untuk meninjau keberhasilan pembelajaranmenggunakan media cerpen yang digunakan. Keberhasilan media cerpen di lihat dari segi kognitif, pembentukan karakter peserta didik serta peningkatan minat membaca peserta didik juga melalui wawancara langsung dengan peserta didik tentang media cerpen ini.Ini bertujuan untuk melihat keefektivan media cerpen dalam pembelajarn IPA di kelas V digunakan pada pembelajaran selanjutnya.

  1. Revisi Akhir

Ini dilakukan dengan menerima beberapa masukan dari peserta didik melalui wawancara yang di peroleh saat uji coba lapangan secara klasikal, dilanjutkan dengan analisa data dan revisi media untuk menghasilkan produk akhir.

Laporan Hasil

Karakteristik materi yang terdapat di dalam cerpen berupa materi yang bersifat hafalan dan tidak bisa dibelajarkan melalui metode eksperimen. Pada uji lapangan secara klasikal  dan evaluasi akhir tidak ditemukan revisi terhadap cerpen IPA yang dikembangkan.

Peserta didik pada usia SD sangat rawan dengan pengaruh HP, Internet, games, televisi dan berbagai jenis media sosial. Ini bisa mempengaruhi minat membaca dan karakter peserta didik. Berdasarkan Hasil Pengamatan langsung dan wawancara dengan peserta didik dengan adanya media cerpen ini yang dilengkapi dengan amanat atau pesan –pesan yang disampaikan bisa membentuk karakter peserta didik menjadi lebih baik karena media cerpen ini  sangat sesuai dengan karakteristik peserta didik dan minat membaca buku pelajaran peserta didik menjadi meningkat karena media cerpen ini sangat menarik dan mudah dipahami, sehingga di kelas V di SD Islam Raudhatul Jannah Payakumbuh diperoleh informasi bahwa sebagian besar peserta didik senang membaca dan belajar IPA melalui media cerpen.

Meningkatkan nilai hasil belajar peserta didik pada pelajaran IPA tentang “ekosistem”. Ini dapat di lihat dari hasil nilai evaluasi pada ulangan harian pada kompetensi dasar 3.5. Menganalisa hubungan antar komponen ekosistem dan jaring-jaring makanan di lingkungan sekitar.”

Dan media cerpen ini belum pernah digunakan di dalam pembelajaran IPA sebelumnya, sehingga di mungkinkan untuk dilakukan pembelajaran IPA yang menarik dan mudah  dengan menggunakan media cerpen IPA.

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan dari karya tulis ini yang dapat diambil dari penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Kualitas cerpen IPA ini yang berbasis pendidikan karakter sangat efektiv digunakan untuk meningkat pemahaman peserta didik terhadap konsep IPA yang tidak bisa di lakukan dalam pembelajaran secara eksperimen.
  2. Media cerpen ini bisa meningkatkan minat membaca peserta didik terhadap buku pelajaran.
  3. Melalui media cerpen ini, bisa membentuk karakter peserta didik menjadi lebih baik.

Respon peserta didik sangat besar terhadap media cerpen ini sebagai media pembelajaran mandiri.

Dan berdasarkan karya tulis ini, terdapat beberapa saran yaitu sebagai berikut :

  1. Pengembangan media cerpen pada pembelajaran IPA ini sangat perlu dilakukan untuk memperkaya khasanah media pembelajaran IPA di Sekolah Dasar, sehingga ini perlu dilanjutkan.
  2. Dengan adanya cerpen IPA yang berbasis pendidikan karakter ini, guru diharapkan lebih kreatif dalam mengajar, agar peserta didik lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran.

 

Daftar Pustaka

Agung Iskandar. 2010. Meningkatkan kreativitas pembelajaran bagi guru. Jakarta: penerbit Bestari Buana Murni

Arsyad Azhar. 2013. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

M.J.A Irene , Kristianti Wini, Adhalia Dhesy. 2016. Buku Penilaian /BUPENA (Revisi 2017). Jakarta: penerbit Erlangga

Subekti Ari. 2017. Buku Siswa Tema 5. Ekosistem (Revisi 2017). Jakarta : Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Subekti Ari. 2017. Buku Guru Tema 5. Ekosistem (Revisi 2017) Jakarta : Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Sulastri. Pengembangan Cerpen IPA Terpadu Tipe Share Berbasis Pendidikan Karakter Sebagai Sumber Belajar Mandiri Peserta Didik SMP/Mts Kelas VIII Semester 2.

Widyawati Ani. 2015. Pengembangan Media Komik IPA untuk meningkatkan Motivasi Belajar Dan Karakter Pserta Didik SMP.

http://id.m.wikipedia.org

 

 

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2015 SD Islam Raudhatul Jannah.