Alfian Tanjung Koordinator Komite Dakwah MUI Pusat : Konsolidasikan Ummat Islam

Tantangan ummat Islam semakin nyata dan terang benderang. Ada beberapa hal yang sedang dihadapi oleh ummat Islam. Pertama soal Asing dan aseng; kedua Kristenisasi yang telah memodifikasi diri; ketiga adalah komunisme dan yang keempat adalah soal Ummat Islam itu sendiri yang semakin melemah. Demikian disampaikan oleh Ustadz Alfian Tanjung Koordinator Komite Dakwah MUI Pusat pada acara Haflatul Qur’an dan Gema Muharram 1438 H di halaman Sekolah Dasar Islam Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Jannah Kota Payakumbuh, Rabu (26/10).

Lebih lanjut dijelaskan bahwa kekuatan tersebut melakukan berbagai hegemoni sehingga memposisikan Islam itu menjadi kekuatan lemah dan tak berkutik.  Hal tersebut tercermin banyak tokoh-tokoh Islam yang  punya kesalahan sedikit langsung ditangkap dan ditahan. Sementara banyak kasus-kasus yang besar seperti pembunuhan ummat Islam di Ambon, di Poso, Kasus Pembelian Tanah Rumah Sakit Sumber Waras sampai sekarang tidak pernah diusik sama sekali. Masalah Penistaan agama kita lihat bagaimana sikap dari penegak hukum.

Kekuatan politik harus diambil oleh ummat Islam. Dengan kekuatan politik itulah banyak hal bisa kita peroleh, seperti dulu dilarang berjilbab dan sekarang telah dibolehkan. Salah satu momen yang hangat Pilkada Jakarta merupakan momen strategis dan menentukan  dimana kekuatan non Islam ingin menghegemoni ummat Islam agar berpandangan pemimpin non islam lebih baik dari pemimpin Islam.   Kata Ustad yang berasal dari Bancah Maninjau Kabupaten Agam tersebut.

Untuk memperkuat ummat Islam perlu adanya konsolidasi akidah, konsolidasi peran peradaban, konsolidasi umat, konsolidasi informasi. Seluruh ummat Islam tanpa memandang suku dan ras harus bersatu, dalam menghadapi tantangan ummat yang semakin hari semakin dahsyat.   Tegas Alfian Dosen UHAMKA Jakarta.

Sementara Riza Falepi, ST, MT Walikota Payakumbuh melepas salah satu utusan Indonesia untuk IMSO (international mathematic and science olympiad) yaitu Abdul Hakim Yafi dari SD Islam Raudhatul Jannah. Pada kesempatan itu Walikota menyampaikan apresiasi yang mendalam atas capaian YPI Raudhatul Jannah yang telah mengharumkan nama Kota Payakumbuh dan Sumatera Barat di Kancah Nasional.

Ia menekankan masa depan dan tugas berat kita adalah membangun karakter.  Sehebat apapun pimpinan kalau karakternya rapuh tidak ada guna. Dalam Islam  membangun karakter bersumber dari Al Qur’an. Mari kita lebih mencintai Al Qur’an kata Alumnus ITB itu.

Ultra, S.Pd Ketua Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Jannah menyampai latar belakang berdirinya Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Jannah dalam kondisi dimana ummat islam di zaman orde baru kurang percaya diri.

Syamsuardi, S.Ag Kepala SD Islam Raudhatul Jannah melaporkan momen haflatul Qur’an dan Gema Muharram dilakukan selama tiga hari tersebut diawali dengan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan Musabaqah Hafizdul Quran (MHQ) sebanyak 120 orang siswa, kemudian dilanjutkan dengan Pawai Taaruf yang diikuti oleh lebih dari seribu siswa SD Islam  Raudhatul Jannah beserta wali murid dan seluruh guru. Tampak hadir pada Tabligh Akbar diantaranya Erwin Yunaz, Supardi (anggota DPRD Sumatera Barat), jajaran dinas pendidikan, kantor kementerian agama kota payakumbuh, Jajaran Kepolisian Resor Kota Payakumbuh, dan ratusan undangan lainnya.

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2015 SD Islam Raudhatul Jannah.